Bicara Sampah, Terkesan Pemerintah Kota Lamban Menangani Perda Hanya Buat Dibaca

Tumpukan sampah yang berada di pinggir jalan HR Soebrantas simpang Merpati Sakti, Pekanbaru mengeluarkan bau tidak sedap. Apalagi sampah-sampah yang lambat diangkut petugas mengeluarkan bau tak sedap setelah basah diguyur hujan sejak dini hari tadi, Selasa (16/10/2018).

Pemandangan sampah yang berserakan ini memang sudah menjadi hal lumrah bagi masyarakat sekitar. Tidak hanya lambatnya Pemko Pekanbaru dalam menangani sampah, tetapi masyarakat juga yang kurang sadar akan kebersihan.

Akibat pembuangan sampah sembarangan itu, ruas badan jalan pun hampir tertutup sampah. Tentu saja, aroma tak sedap dari sampah juga sangat mengganggu para pengguna jalan.

Hal ini dibenarkan oleh seorang pedagang di persimpangan Jl. Merpati Sakti ini. Ia  mengatakan bahwa sampah-sampah tersebut memang terus menumpuk setiap pagi di simpang ini.

“Sampah ini memang setiap pagi selalu menumpuk. Kadang diangkut, kadang juga enggak. Saya sudah kebal sama bau sampah karena tiap hari jualan di sini,” tuturnya.

Tak hanya itu, Eni seorang pengendara sepeda motor juga mengatakan hal yang sama.

“Ini sangat mengganggu dan kurang enak dilihat. Apalagi setiap pagi saya lewat sini, yang seharusnya pagi itu menghirup udara segar, bersih ini malah hirup udara kotor dan menyengat pula. Intinya sangat tidak nyaman dengan pemandangan seperti ini,” cakapnya.

Ia juga berharap, kesadaran dari masyarakat untuk tidak terus membuang sampah di tepian jalan ini.

“Masyarakat juga harus kerja sama dengan Pemko. Percuma saja Pemko banting tulang dalam hal ini tapi dari pihak masyarakat tidak mendukung program dari pihak Pemko,” tutupnya.

redaksiR7

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *