Bupati Bengkalis Ingatkan Warga Tidak Membakar Dalam Membuka Lahan

Saat melaksanaan Safari Ramadhan 1438 H di Kecamatan Siak Kecil, Senin (5/6/2016) Bupati Bengkalis Amril Mukminin mengingatkan warga agar tidak membuka lahan dengan cara membakar.

Berdasarkan Badan Metereologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru, merilis  merilis 12 hotspot di Sumatera, 7 hotspot berada di Riau dan 1 titik berada di Bengkalis. “Terkait dengan itu, kami menghimbau dan mengingatkan kepada masyarakat di Kecamatan Siak Kecil untuk tidak membersihkan lahan dengan cara membakar,” ungkap orang nomor satu di Negeri Junjungan ini.

Dikatakan Amril, beberapa kawasan di Kecamatan Siak Kecil merupakan salah satu daerah yang rawan terkena musibah kebakaran lahan. Agar kejadian ini tidak terulang kembali pada tahun ini, hendaknya warga dan khususnya pemilik lahan untuk bersama-sama menjaga lahannya agar tidak terbakar.

Karena masalah kebakaran lahan, kata mantan Kepala Desa Muara Basung ini, tidak hanya menyebabkan kerugian bagi pemilik lahan, namun juga kerugian bagi seluruh sendi-sendi kehidupan. Seperti kerugian sektor kesehatan, pendidikan, perekonomian daerah, bahkan negara. Tidak hanya itu, masalah kabut asal yang ditimbulkan dari kebakaran hutan dan lahan, menyebabkan Indonesia menjadi sorotan internasional, khususnya negeri jiran.

Selain mengingatkan dan menghimbau warga, Amril Mukminin juga meminta kepada petugas, seperti Manggala Agni, masyarakat peduli api, petugas pemadam kebakaran maupun tim reaksi cepat dari perusahaan pemilik lahan, untuk selalu berkoordinasi dalam menanggulangi dan mencegah terjadinya kebakaran lahan.

Tidak hanya itu, jajaran pemerintah mulai dari desa, kecamatan maupun kabupaten, agar secara gencar melakukan sosialisasi menghimbau kepada masyarakat agar tidak membakar lahan. Meskipun sosialisasi setiap saat dilakukan, namun aparatur pemerintah tidak boleh bosan untuk menghimbau kepada masyarakat. (Rilis)

redaksiR7plus

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *