Demokrat: Banyak Kader Desak SBY untuk Jauhi Jokowi di 2019

Partai Demokrat juga menjajaki kemungkinan berkoalisi dengan partai-partai nonpemerintah. Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) rencananya akan bertemu dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.
Pertemuan antarpimpinan partai tersebut merupakan buah dari pertemuan antara Ketua Komando Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Pemenangan Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dengan Ketua Tim Pemenangan sekaligus Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat, Sandiaga Uno.
Wasekjen Partai Demokrat Rachland Nashidik mengatakan, rencana pertemuan antara SBY dengan Prabowo memang merupakan penjajakan koalisi untuk Pilpres 2019. Dia menganalogikan, pertemuan antara AHY dan Sandi masih sebatas jamuan makan pagi.
“Kalau kesepakatan berkoalisi, bisa dianalogikan dengan makan malam. Maka pertemuan kemarin adalah makan pagi yang terlambat,” katanya melalui pesan singkat, Senin (21/5).
Rachland menyebut, rencana pertemuan antara SBY dengan Prabowo sedang diagendakan. Dia tak mau menyebut secara pasti kapan pertemuan akan digelar. Yang jelas, kata Rachland, kemungkinan besar SBY yang akan menyambangi Prabowo ke Hambalang.
“Pak Prabowo sudah pernah berkunjung ke Cikeas. Jadi memang pantas bila Pak SBY membalas kunjungan beliau,” ujar Rachland.
Lebih lanjut, Rachland menjelaskan, sikap Presiden Joko Widodo yang menyudutkan dan menyalahkan kebijakan ekonomi era Presiden SBY berbuah negatif terhadap rencana koalisi Demokrat dengan kubu pemerintah.
Rachland menyebut, akibat sikap Jokowi itu, saat ini sebagian besar kader Demokrat menginginkan agar partainya tidak berkoalisi dengan partai pendukung Jokowi.
“Nama baik itu tidak bisa dicemarkan. Buat apa Pak SBY marah? Cuma, memang, jadi lebih banyak pihak di internal Partai Demokrat yang mendesak Pak SBY untuk menjauh dari Pak Jokowi. Ini tentu menjadi pekerjaan rumah baru bagi Pak SBY,” ungkap Rachland.
Yang pasti, tambah Rachland, Partai Demokrat akan mengusung calon di 2019. Demokrat tidak akan abstain seperti di Pilpres 2014 lalu.
“Sudah sejak Rapimnas di Lombok 2015 kami nyatakan dalam Pemilu 2019 Partai Demokrat akan punya capres atau cawapres sendiri,” tutupnya.
redaksiR7

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *