Ekonomi Kreatif Dispar Riau Punya Konsep Kekinian

Ekonomi kreatif merupakan sebuah konsep di era ekonomi baru, yang mengintensifkan informasi dan kreativitas dengan mengandalkan ide dan pengetahuan dari sumber daya manusia sebagai faktor produksi yang utamanya. Kegiatan ini akan berkembang dan harus didukung dengan keberadaan industri kreatif sebagai landasannnya.

Seiring berjalannya waktu, perkembangan ekonomi saat ini telah sampai pada taraf ekonomi kreatif, sehingga dihadapkan dengan konsep ekonomi informasi dimana informasi menjadi hal yang utama dalam pengembangan ekonomi itu sendiri.

Untuk menjawab tentang perkembangan itu semua, maka pemerintah provinsi Riau melalui Dinas Pariwisata (Dispar) menganggap pentingnya kegiatan Pembinaan Pelaku Ekonomi Kreatif Berbasis Media, Desain dan Iptek. Kegiatan diikuti 25 orang peserta dari 12 kabupaten/kota se-provinsi Riau,  dilaksanakan mulai tanggal 9-14 Oktober 2017.

Kepala Dinas Pariwisata provinsi Riau Fahmizal Usman, Selasa (10/10/2017) pada saat membuka sekaligus menjadi narasumber pada acara tersebut, di Hotel Evo jalan Sudirman Pekanbaru mengatakan, kegiatan yang dilaksanakan Bidang Ekonomi Kreatif Dispar Riau ini sebagai upaya memberikan memotivasi bagi para pelaku ekonomi kreatif diprovinsi Riau.

“Kegiatan pembinaan yang diselenggarkan saat ini, fokus kepada pemanfaatan teknologi di bidang pengolahan limbah lingkungan, pemanfaatan potensi lokal, sehingga memiliki kreasi dan nilai jual tersendiri, serta mendorong para pelaku ekonomi kreatif agar dapat menyerap konsep-konsep kekinian,” katanya.

Fahmizal berharap kepada seluruh peserta untuk dapat mengikuti kegiatan ini dengan baik, sehingga dengan selesainya mengikuti kegiatan ini dapat menambah wawasan dan ilmu pengetahuan dalam beraktifitas kedepannya.

Turut hadir sebagai narasumber pada kegiatan ini, Kepala Bidang Ekonomi Kreatif Dispar Riau, R Dandun Wibawa, Widyaiswara Pemprov Riau, Wellie Annalia dan Kepala Bidang Industri Kreatif Dispar Bali Ni Ketut Nuraini.

Narasumber Wellie Annalia menuturkan, kegiatan pembinaan untuk Pelaku Ekonomi Kreatif ini sangat bagus dimana tujuannya adalah untuk melahirkan, serta menumbuh kembangkan pelaku Ekonomi Kreatif  Riau yang tersebar di Kabupaten dan kota.

“Kegiatan ini sangat bagus, nantinya produk para Pelaku Ekonomi Kreatif yang mengikuti kegiatan ini, secara kepariwisataan hasil produksinya bisa menjawab dan mengisi kebutuhan pos pos destinasi wisata Riau khususnya dan destinasi nasional secara umum,” tutur Wellie Annalia.

Secara garis besar Wellie Annalia memberikan 2 agenda yaitu soft skill dan managerial skill. Dari 2 Agenda tersebut ada 7 materi pokok yang disampaikan yaitu Motivasi usaha, Pengenalan potensi diri pelaku usaha, Pengembangan potensi diri pelaku usaha.

Selanjutnya, Life cycle produk, Pengembangan produk Ekonomi Kreatif berbasis kearifan lokal dan berorientasi eksporf, Prinsip Entrepreneur, Manajemen Usaha (SDM, Pembukuan, Penasaran dan Produksi).

Ada 16 sub sektor ekonomi kreatif yaitu, Aplikasi dan Pengembangan Permainan, Arsitektur, Desain Interior, Desain Komunikasi Visual, Desain Produk, Fashion, Film.

Selanjutnya, Animasi dan Video, Fotografi, Kriya, Kuliner, Musik, Penerbitan, Periklanan, Seni Pertunjukan, Seni Rupa, dan yang terakhir Televisi dan Radio.

Guna mendorong 16 sub sektor tersebut, Dinas Pariwisata Provinsi Riau pada Bidang Ekonomi Kreatif terus berbenah diri. Kedepanya dalam rangka membantu memasarkan hasil karya yang diproduksi oleh para pelaku ekonomi kreatif, melalui kegiatan proyek perubahan Dispar Riau akan membentuk Riau Crative Centre (RCC) serta membuat situs web, riaucreativecentre.id.

RCC ini akan membantu mempromosikan hasil-hasil produksi para pelaku ekonomi kreatif sekaligus sebagai sarana komunikasi serta data base Dinas Pariwisata provinsi Riau yang akan dipublikasikan melalui ruang pamer, media massa dan internet. (rls)

redaksiR7

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *