Hari ini BI sosialisasi GPN di Riau

Bank Indonesia (BI) Perwakilan Riau menggelar kegiatan Gerbang Pembayaran Nasional (GPN) Fun Walk 2018, Jumat (11/5/2018) di Lapangan Gedung BI Perwakilan Riau, di Jalan Sudirman, Pekanbaru.

Sosialisasi dirangkaikan dengan kegiatan fun walk 2018 yang diikuti pegawai BI, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Pemerintah Provinsi Riau, Pemko Pekanbaru dan pihak terkait lainnya.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Riau, Siti Astiyah mengatakan peluncuran GPN sudah dilaksanakan beberapa waktu lalu,sedangkan kegiatan yang dilaksanakan merupakan bentuk sosialisasi.

“Hari ini adalah bagian dari sosialisasi dan GPN ini sudah diluncurkan di Jakarta beberapa waktu lalu,” katanya.

Dikatakannya, ada beberapa tahapan sosialisasi pengenalan GPN, dan saat ini masyarakat akan diperkenalkan kartu ATM/debet dengan logo GPN bergambar Garuda warna merah yang digunakan untuk transaksi dalam negeri, dan dapat diterima di seluruh terminal pembayaran pedagang dalam negeri.

“Setiap ATM atau sistem produk pembayaran yang dikeluarkan perbankan wajib ada logo Garuda warna merah dan bertuliskan dengan GPN, dan penerapan logo nasional merupakan identitas kedaulatan nasional di bidang sistem pembayaran ritel,” ungkapnya.

Disebutkan juga, sosialisasi dilakukan kepada publik dengan cara edukasi dan sarana persuasi melalui sejumlah perbankan, salah satunya apabila ada nasabah baru per 1 Januari 2018 akan mendapat kartu ATM dengan logo GPN.

“Untuk nasabah lama, juga akan mendapatkan hal yang sama, namun melalui beberapa proses, hingga tahun 2022 serentak logo tersebut akan ada di setiap kartu pembayaran perbankan Tanah Air,” rincinya.

Dijelaskan Siti, melalui kebijakan ini diharapkan mendorong terjadinya sharing infrastruktur sehingga utilisasi terminal ATM dan EDC dapat meningkat, dan biaya investasi infrastruktur dapat dialihkan kembali untuk kegiatan pembiayaan pinjaman yang pada akhirnya akan berdampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi.

“Sasaran utama implementasi GPN yaitu pertama menciptakan ekosistem sistem pembayaran yang saling interkoneksi, interoperabilitas dan mampu melaksanakan pemprosesan transaksi yang mencakup otorisasi, kliring dan setelmen secara domestik,” terangnya.

Lalu, meningkatkan perlindungan konsumen antara lain melalui pengamanan data transaksi nasabah dalam setiap transaksi.

“Dan yang ketiga meyakinkan ketersediaan dan integritas data transaksi sistem pembayaran nasional guna mendukung efektivitas transmisi kebijakan moneter, efisiensi intermediasi dan resiliensi sistem keuangan,” tutupnya.

redaksiR7

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *