Hebat Hasil Survei Charta Politika Partai Perindo Unggul Mengalahkan Partai Senior

Hasil survei terbaru yang dirilis Charta Politika Indonesia mengungkap temuan cukup menarik. Dari sekian banyak parpol baru bertarung di ajang Pemilihan Umum (Pemilu) 2019, Partai Persatuan Indonesia (Perindo) diprediksi menjadi satu-satunya yang mampu mengalahkan partai-partai lama.

Direktur Eksekutif Charta Politika Indonesia, Yunarto Wijaya mengungkapkan, elektabilitas Partai Perindo melampaui partai-partai ‘senior’ yang sudah lebih dulu mengikuti pemilu. “Elektabilitas Perindo di atas partai politik besar lainnya seperti PPP sebesar 3,8 persen, Nasdem 3,6 persen, PKS 3,5 persen, PAN 2,8 persen, dan Hanura 0,6 persen,” ujar Yunarto saat memaparkan hasil surveinya di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta, Senin (21/5/2018).

Menurut Toto, sapaan Yunarto, dalam menghadapi kompetisi politik di 2019, Perindo menjadi satu-satunya partai baru yang memiliki peluang untuk lolos ambang batas parlemen alias parliamentary threshold (PT).

“Dari hasil survei yang dilakukan secara tertutup terkait elektabilitas partai politik, Perindo merupakan satu-satunya partai baru yang memiliki elektabilitas tertinggi yaitu 4,0 persen. Bahkan, Perindo berpeluang besar untuk lolos parliamentary threshold,” ucapnya.

Toto mengungkapkan, untuk partai-partai baru lainnya seperti Partai Garuda, Partai Solidaritas Indonesia (PSI),  dan Partai Berkarya, saat ini harus bertarung dengan elektabilitas di angka 0 persen. “Kalau untuk partai baru lainnya seperti Partai Garuda elektabilitasnya 0,2 persen, PSI 0,2 persen, bahkan Partai Berkarya yang masih di angka 0 persen. Harus bertarung dengan elektabilitas yang masih berada di angka 0 sekian persen itu,” katanya.

Dalam surveinya, Charta Politika juga menanyakan alasan utama responden memilih Partai Perindo. Hasilnya, kata Toto, mereka mengaku tertarik dengan figur Hary Tanoesoedibjo (HT). “Alasan utama responden memilih Partai Perindo yaitu ketertarikan dengan figur Pak HT. Bisa dilihat angka nya sebesar 37,8 persen,” tuturnya.

Survei dilakukan pada 13–19 April 2018, melalui wawancara tatap muka (face to face interview) dengan menggunakan kuesioner terstruktur (structured interview) terhadap 2.000 orang masyarakat dewasa dan terdaftar sebagai pemilih.

Sampel dipilih dengan menggunakan metode penarikan sampel acak bertingkat (multistage random sampling), dengan memperhatikanurban/rural dan proporsi antara jumlah sampel dan jumlah penduduk di setiap kabupaten kota. Adapunmargin of error survei ini sebesar plus minus 2,19 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

redaksiR7/inews

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *