Jelang Pemilihan Gubri, Kok Masyarakat Banyak Yang Tidak Tahu

Meski pelaksanaan Pemilihan Gubernur Riau (Pilgubri) tahun 2018 semakin dekat ternyata hingga kini masih banyak masyarakat yang tidak mengetahui siapa-siapa saja kandidat gubernur Riau. Termasuk tidak mengetahui kapan pelaksanaan agenda politik lima tahunan itu. Hal ini tentu saja sangat mengkhawatirkan karena bisa berimbas terhadap menurunnya tingkat partisipasi pemilih di Riau.

Pengamat politik dari Universitas Riau, Saiman Pakpahan menilai, secara fungsi, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Riau telah melakukan tugasnya sebagai penyelenggara Pemilu.

“KPU itu kan Tupoksinya menyelenggarakan Pemilihan Umum, nah bagaimana mereka menyelenggarakan pemilihan umum, kan sudah diatur dalam undang-undang. Impelentasinya adalah sebagai penyelenggara Pemilu untuk menyampaikan secara luas tentang Pilgubri 2018,” kata Saiman kepada CAKAPLAH.com, Rabu (18/4/2018).

Selanjutnya, penyampaian informasi secara luas tersebut adalah menyusun beberapa tahapan, dalam instrumennya adalah menyebarkan secara luas Alat Peraga Kampanye (APK) ke semua kabupaten/kota di Riau.

“Nah apakah sudah efektif sosialisasi Pilgubri ini? KPU sudah menyampaikan infornasi melalui APK yang tersebar di titik-titik keramaian kabupaten/kota se Riau. Sebenarnya, tugas edukasi politik tidak hanya ada di KPU, ini persoalan klasik sebenarnya. Masyarakat kita ini banyak yang tidak terdidik tidak teredukasi. Mekanisme sosialisasi melalui APK itu tidak bisa menjangkau informasi ini bisa sampai ke masyarakat pemilih, persoalannya di situ,” kata Saiman.

Selanjutnya, hal ini membuat kesan bahwa KPU tidak melaksanakan fungsi mereka sebagai penyelenggara pemilu. Hal ini menurut Saiman tidak bisa dilihat berdiri sendiri oleh KPU Riau, persoalannya adalah rangkaian panjang dan memerlukan pihak lain.

“Karena edukasi politik masyarakat itu tidak ada di KPU, mereka hanya menjalankan tugas administrasi saja. Jadi, semua harus bekerja karena informasi Pilgubri tidak hanya domain KPU,” sebutnya.

Semua Stakeholder di Riau semua berkepentingan agar informasi Pilgubri 27 Juni 2018 sampai kepada masyarakat. Stakeholder tersebut terdiri dari eksekutif dan legislatif, asosiasi, perguruan tinggi, media massa, partai politik. Semuanya harus bersinergi bersama.

Saiman mengatakan, jangan lagi ada pandangan bahwa hal ini adalah hanya tugas KPU karena harusnya semua bersinergi membangun negara Indonesia ini.

“Ini tugas kita bersama karena masih banyak yang belum tahu, ini harusnya para pasangan calon harus paham dengan kondisi ini, kenapa masyarakat pemilih enggak mengerti ini, ada enggak para Paslon itu yang paham dengan kondisi nyata seperti ini,” cakapnya lagi.

Lebih lanjut Saiman mengatakan, ini merupakan PR besar bagi semua kalangan di Riau ini seberapa besar edukasi untuk mencerdaskan rakyat karena pemimpin yang terpilih adalah dari hasil proses berfikir yang cerdas dari masyarakat pemilih.

redaksiR7

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *