Kabar Gembira, Hasil Kunjungan ke Menkeu, Pendapatan DBH Riau Jadi Bertambah

Tim Banggar dibawah pimpinan Wakil Ketua DPRD Provinsi Riau, Noviwaldy Jusman, menindak lanjuti rapat Banggar Senin dengan mendatangi Kemenkeu untuk membahas dan melakukan lobi-lobi ke Kemenkeu, hal itu membuahkan hasil.

Perubahan besaran Dana Bagi Hasil (DBH) yang akan diterima Riau mengalami kenaikan, yang berdampak pada pendapatan 2019.

“Alhamdulilah saya bangga dengan Tim Banggar ini dalam melakukan komunikasi yang baik dan kami dilayani dengan sangat baik oleh jajaran Ditjen perimbangan kemenkeu. Pertemuan yang berlangsung hampir tiga jam berjslan sangat kondusif. Kasubdit Ardimansyah beserta jajaran sangat sabar mendengar curhatan masalah keuangan Riau,” kata politisi Demokrat ini.

Lebih jauh diakui, DPRD Riau mendatangi Kemenkeu sebagai tindak lanjut menjemput peluang tambahan Pendapatan bersumber dari Dana Bagi hasi (DBH)l, Dana Alokasi Umum (DAU), Dana Alokasi Khusus (DAK) dan Dana Insentif Daerah.

“Pertemuan yang berlangsung hampir tiga jam tercapai kesepakatan-kesepakatan yang menggembirakan,” katanya lagi.

Kesepakatan berawal dari kemampuan keuangan yang disampaikan semula kepada Banggar untuk pendapatan bersumber dari DBH Pajak yang berasal dari PPn, PPh Cukai Tembakau dan lain-lain sebesar Rp 942.991.036 didalam alokasi pada situs Kemenkeu terdapat DBH dari Pajak yg bersumber dari PPn, PPh Cukai tembakau dan lain-lain, dalam pembahasan ini dapat  kita sepakati naik menjadi Rp944.244.217.000,-.

Kemudian untuk DBH dari hasil alam Riau semula hanya Rp753.446.237.000,-, Banggar minta agar dapat disesuaikan deng dengan asumsi USD 70/barrel dan kurs USD1 nya sebesar Rp15.000,- sehingga dalam pembahasan tersebut disepakati menjadi Rp 1.354.002.572.000,- bertambah sebesar Rp600.556.335.000,-.  Pada Dana Alokasi Khusus juga berubah naik dari Rp 1.533.482.890.000,- menjadi Rp 1.863.041.338.000,-  bertambah Rp 329.558.448.000,-.

Total kenaikan dari pendapatan yang telah ditetapkan naik Rp1 triliun lebih menjadi Rp5.719.715.049.000,-.

Hal ini dimungkinkan dengan argumentasi harga minyak dunia dan kurs dollar yang naik walaupun belum ada Perpresnya. “Alhamdulillah disepakati. Itu capaian yang didapat dalam Tim Banggar kali ini,” kata Noviwaldy.

Menurut Legislator Dapil Kota Pekanbaru ini, tak lepas dari itu, untuk hak atas Riau yang diributkan dengan data simpang siur itu juga membuahkan hasil yang menggembirakan.

Semula Triwulan ke III, kata dia sudah ditransfer Rp387.296.596.328,-, mudah-mudahan minggu ini Kemenkeu akan tambah Rp41 miliar lagi.

“Alhamdulillah, syukur kita, Kementerian berkenan mengabulkan permintaan kita. Bahkan oleh karena kami bersyukur dengan berbaik hati akan ditambah lagi bulan ini sebanyak Rp158 miliiar lagi oleh Kemenkeu,” kata Moh Arpah, legislator lainya dalam Tim Banggar.

Menurut Anggota Banggar DPRD Riau yang lain, Suhardiman Amby, Babggar datang untuk minta Rp357 miliar lebih itu direalisasikan ke Riau, tapi malah Riau dapat Rp586 miliar.

“Iya tadi karena teman- teman DPRD yang dipimpin Pak Dedet, minta maka kami akan tambah Rp158 miliar lagi,” kata Kasubdit DBH kemenkeu, Ardimansyah di dampingi Irwan Hercules Sitorus Kasi DBH dan Adi Saputra.

Dalam pertemuan, Firdaus berharap Pemerintah Provinsi Riau dapat melaksanakan kegiatan yang direncanakan akan dirasionalisasi.

Begitu juga menurut Karmila meminta tidak ada tunda bayar tahun ini. “Saya sangat puas dengan pembahasan kali ini dan saya katakan sukses. Atas nama Rakyat Riau menyampaikan terimakasih kepada Bu Menteri melalui Pak Ardimansyah,” kata dia.

Ditambah Karmila, semoga ke depan Riau diperhatikan dan berharap Pemprov Riau mampu menyerap Dana Alokasi Khusus yang untuk 2019 semula Rp1.533.482.890.000 naik sebanyak Rp329.558.448.000 menjadi Rp1.863.041.338.000.

“Jangan lagi DAK ini tak terlaksanakan apalagi setengah jadi tak terserap semua, karena melanjutkannya sekarang menjadi beban APBD sementara dananya dipusat hangus dan kembali ke kas negara,” kata dia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *