Kurang Komitmen Wabup Kuansing Nyatakan Siap Lepas Jabatan

Kabar mengejutkan datang dari Wakil Bupati Kuansing, H Halim. Dirinya mengaku siap melepaskan jabatan sebagai Wakil Bupati Kuansing meninggalkan Bupati Mursini, meskipun belum berjalan dua tahun.

Hal ini ditegaskannya karena komitmen awal tidak berjalan selama dua tahun Pemerintahan Mursini-Halim.

“Kalau Bupati tidak menjalankan komitmen awal, saya siap mundur dari jabatan Wabup,”tegas Wakil bupati Kuansing, H Halim kepada awak media di ruang kerjanya, Rabu (31/1/2018).

Wabup Halim mengaku kecewa dengan Bupati Kuansing. Terlebih sudah tiga kali digelar pelantikan pejabat di jajaran Pemkab Kuansing, namun dua kali tanpa sepengetahuan dirinya.

“Pelantikan yang terakhir kemarin saya terkecoh oleh Plt Sekda. Rencana akan berangkat dengan Plt Sekda, namun katanya ada hal penting. Tiba-tiba Plt Sekda hari libur pimpin acara pelantikan tanpa sepengetahuan Wabup,”ujar Halim.

Padahal kata Wabup, sebelumnya sudah menyusun nama-nama pejabat untuk pelantikan, tiba-tiba setelah dilantik berbeda yang sudah disusun.

“Ada beberapa yang batal dilantik. Padahal sudah disusun dan sudah final, tapi batal dilantik,”ujar Wabup.

Wabup juga mengaku ada pihak luar yang meneror orangnya yang menyampaikan istilah ‘Kuansing 1 dan 2’ (kelompok Bupati dan kelompok Wabup,red).

“Setelah disampaikan ke Bupati masalah tersebut, Bupati hanya diam,”ujar Wabup lagi.

“Saya sampaikan tidak ada Kuansing 1 dan 2. Tidak ada orang Bupati maupun orang Wabup. Yang ada itu Mursini-Halim. Yang bikin kelompok itu siapa, masa pemerintahan diatur orang luar,” kesal Wabup.

Dulu kata Wabup, komitmen awal waktu kampanye akan selalu bersama, duduk bersama, bagaimana Kuansing ini sejahtera. Kini kata Wabup, hampir dua tahun berjalan apa yang terjadi.

“Intinya tidak ada komunikasi, selama ini saya hanya banyak diam dan menuruti,”katanya.

Dirinya menyadari, semua memang tergantung Bupati dan kebijakan di tangan Bupati.

“Saya selaku Wabup hanya bisa mengusulkan, tapi komitmen tak pernah terpenuhi. Sekarang terjadi dari awal, kalau Wabup sudah temui Bupati, mau bersama mari, mau sendiri silahkan,”katanya.

Wabup juga mengaku merasa kecewa sampai hari ini belum menetapkan OPD seutuhnya, padahal sudah tiga kali melakukan mutasi dan sampai hari ini posisi jabatan masih banyak yang kosong.

“Sudah tiga kali mutasi tapi belum duduk sampai hari ini ada apa?,”tanya Wabup.

Kalau ada masalah Bupati selalu pergi keluar daerah, kadang tidak seharusnya Bupati yang hadir dan bisa diwakilkan kepada pejabat lain tapi beliau hadir.

“Padahal daerah kita ini banyak masalah yang harus kita selesaikan,”katanya.
redaksiR7

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *