Pertemuan dua jenderal dan politik nasi goreng

Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto melakukan pertemuan dengan Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Pertemuan dua mantan jenderal TNI Angkatan Darat tersebut dilakukan di kediaman SBY berada di Cikeas, Bogor, Jawa Barat.

Prabowo hadir bersama dengan Wakil Ketua Umum Gerindra, Fadli Zon dan Ketua DPP Gerindra Edhy Prabowo. Saat hadir, Prabowo nampak terkejut dengan kondisi rumah SBY.

Ini dikarenakan ada gerobak nasi goreng berada di luar kiri pendopo rumah SBY dan banyak jurnalis menunggu kedatangannya. “Kayak pasar malam ini,” celetuk Prabowo ketika tiba di rumah SBY.

Kedatangan Prabowo dan rombongan langsung disambut di depan pendopo rumah SBY oleh petinggi Demokrat yang sudah datang terlebih dahulu. SBY dan Agus pun tak lama keluar dan bersalaman dengan Prabowo.

Suasana hangat dan cair mengawali pertemuan kedua tokoh itu. Mereka makan nasi goreng gerobakan yang memang spesial disuguhkan SBY untuk menyambut kedatangan Prabowo sembari bicara santai.

Usai makan, rombongan lalu masuk ke dalam dan melakukan pertemuan tertutup. Hampir satu jam menggelar pertemuan. SBY dan Prabowo menggelar konferensi pers bersama.

SBY yang pertama memberikan sambutan dan menjelaskan poin dari pertemuan itu. Kemudian baru dilanjutkan oleh Prabowo.

Di hadapan politisi kedua partai dan awak media, Prabowo menyapa SBY dengan sebutan Presiden. “Terima kasih pak Presiden SBY,” ujar Prabowo.

Dia langsung menjelaskan alasannya memanggil SBY dengan sebutan Presiden. Menurut konvensi internasional, gelar itu melekat meski sudah tidak menjabat lagi.

“Saya panggil presiden karena konvensi internasional, gelar itu melekat terus. Seperti guru besar maupun profesor,” jelas Prabowo.

Mantan Danjen Kopassus itu mengapresiasi kesediaan SBY menerima kunjungannya. Padahal SBY baru saja pulang dari lawatannya ke luar negeri. Pertemuan politik antar dua jenderal purnawirawan TNI ini memang sudah dirancang sebelumnya.

“Saya diundang malam hari ini, saya memang sudah minta waktu, sudah lama. Dalam pertemuan sebetulnya bukan luar biasa,” katanya.

Selain itu, Prabowo secara jujur mengakui bahwa SBY tahu betul kelemahannya. “Intelnya Pak SBY masih kuat, dia tahu kelemahannya Prabowo itu nasi goreng. Asal diberi nasi goreng, Pak Prabowo pasti setuju saja,” ujar Prabowo disambut tawa para politisi di Cikeas.

Prabowo mengapresiasi sajian makan malam berupa nasi goreng gerobak yang disiapkan tuan rumah. Menurutnya, santapan malam yang disajikan mengalahkan nasi goreng di kediamannya.

“Makan nasi goreng yang luar biasa enaknya. Saya harus akui, ini menyaingi nasi goreng Hambalang,” kata Prabowo.

redaksiR7plus/merdeka

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *