Pusat Inovasi Telkomsel Siap Biayai Riset Startup

Telkomsel meluncurkan sebuah program yang dijadikan wadah bagi pelaku di industri digital membuat produk berbasis IoT. Tak tangung-tangung, operator yang identik berwarna merah itu pun siap membiayai proses riset dan pengembangannya.

Program tersebut bertajuk Telkomsel Innovation Centre (TINC). Dibuatnya program ini sebagai salah satu bentuk dukungan pemerintah dalam mewujudkan ‘Making Indonesia 4.0’ yang digalakkan presiden Indonesia Jokowi. Selain itu Telkomsel ingin mengajak para inovator untuk berkolaborasi mengembangkan ekosistem IoT di Indonesia.

Program inovasi Telkomsel akan berada di kawasan Bandung. Di sana para innovator yang memiliki sebuah produk atau hanya sekedar memiliiki ide bisa mengajukan produknya ke TINC yang kemudian akan diakurasi oleh tim Telkomsel apakah produk tersebut nantinyaa memiliki potensi bisnis atau tidak bagi Telkomsel.

Beragam fasilitas pun ditawarkan seperti penyediaan laboratorium IoT, program mentoring dan bootcamp bersama expertise di bidang IoT, serta networking access bagi para startup, developer, maupun system integrator dengan para pemain industri terkait.

Proses kurasinya pun terbilang ketat dan tak sembarang pilih. Dijelaskan Manager Medja Relation Telkomsel Singue Kilatmaka setiap produk yang diajukan akan dicek dulu semuanya mulai dari bisnis planingnya hingga apakah cocok dan sesuai dengan produk Telkomsel kedepannya, apakan bisa dipakai atau tidak dan bisa dijadikan bisnis digital di industri telkomunikasi.

“Jadi bukan asal startup, produk atau idenya akan dikurasi dulu. Jadi mereka tawarin proposal ke TINC, jika produk tersebut cocok dan ada potensi bisnis di Telkomsel maka mereka bisa menggunakan seluruh fasilitas di TINC sebagai tempat kerja mereka,” jelasnya

Selain itu Telkomsel juga akan menanggung seluruh pembiayaan riset dan pengembangan hingga produk tersebut menjadi sebuah produk jadi. Bila pun berhenti di tengah jalan Telkomsel akan tetap memberikan biaya.

Tempat ini juga dikhususkan bagi mereka yang terpilih dan tidak terbuka untuk umum. Telkomsel pun masih membatasi jumlah peserta yang ingi mengajukan produk atau ide-idenya.

“Untuk saat ini belum bisa banyak tapi kita masih lebih prefer kepada produk yang memang benar-benar urgent dan prioritas buat kita,” tambahnya.

Telkomsel pun berharap pada tahun ini dari TINC sudah dapat menelurkan minimal satu produk yang bisa dirasakan pleh masyarakat luas terutama bagi oengguna telkomsel.

redaksiR7/inet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *