Sekian Lama Menunggu Akhirnya RTRW Riau Disahkan

Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Riau telah disahkan melalui rapat paripurna DPRD Riau kemarin. Secara otomatis kran investasi di Bumi Lancang Kuning terbuka, dalam upaya mendorong pertumbuhan ekonomi nasional maupun lokal.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Provinsi Riau, Evarefita kepada CAKAPLAH.COM, Selasa (27/9/2017) mengatakan dengan disahkan RTRW, maka pihaknya tidak ragu mengeluarkan perizinan, karena RTRW ini salah satu pendukung membuka peluang investasi ke Riau.

Setidaknya, saat ini pihaknya sudah ada gambaran Rp50 triliun investasi yang bakal masuk ke Riau tahun ini. ‎Nilai investasi itu tersebar di seluruh kabupaten dan kota se-Riau.

“Dari angka itu yang sangat fokus itu di Kota Dumai dengan angka investasi sekitar Rp20 triliun. ‎Tapi belum bisa keseluruhannya dicapai tahun ini. Kalau pun izin dikeluarkan harus diproses dulu, karena sekarang sudah tahun berjalan,” katanya.

Ditanya investasi dari sektor apa saja yang masuk, Evarefita mengatakan dari semua sektor hilirisasi dan perkebunan. Kemudian investasi di kawasan industri seperti Pelabuhan Dumai, Pelabuhan Kuala Enok dan lainnya juga cukup menjanjikan.

“Kalau bisa jalan saja pelabuhan potensi investasi cukup besar. Karena ada beberapa perusahaan asing ingin masuk, tapi akses di kawasan masih kurang memadai,” bebernya.

Karena itu, saat ini pihak DPM-PTSP Riau ‎menunggu evaluasi investasi yang masuk sesuai peta RTRW. Dengan kepastian RTRW, pihaknya bisa memberikan solusi kepada investor yang ingin berinvestasi di Provinsi Riau.

Tahapan Pengesahan RTRW

Sementara itu Wakil ketua DPRD Riau Sunaryo, mengatakan setelah disahkan melalui Sidang Paripurna DPRD Provinsi Riau, tahapan selanjutnya adalah evaluasi draf Perda RTRW oleh Kementrian Dalam Negeri.

“Contoh perda-perda yang dievaluasi seperti RPJPD, RPJMD, dan termasuk Tata Tuang adalah perda yang dievaluasi oleh Kemendagri,” katanya Selasa (26/9/2017).

Politisi PAN ini menyebut, setelah disahkan oleh anggota dewan, selanjutnya DPRD akan segera menyampaikan hasil kerja pansus  kepada Menteri Dalam Negeri melalui gubernur untuk dievaluasi

“Harapan kita tentunya perda yang telah kita sahkan ini dapat diwujudkan di tengah-tengah masyarakat, hari ini saya kira kabupaten/kota menunggu, yang punya wilayah, dan para investor yang mau berinvestasi di Riau insya Allah setelah ini sudah bisa dilaksanakan,” katanya lagi.

Sunaryo juga meminta kabupaten/kota nantinya menyesuaikan dengan perda RTRW Provinsi Riau, dan perda RTRW Riau nantinya dijadikan induk untuk kabupaten kota membuat perda RTRW di wilayahnya masing masing.

“Kita akan kawal terus sampai selesai dievaluasi, dan berharap cepat bisa dilaksanakan,” tuturnya.

redaksiR7

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *