Solar Langka, Ini Kata Pertamina

Bantahan tersebut disampaikan oleh Manager Humas Pertamina Wilayah Sumbagteng Rudi Arrifianto. Ia mengatakan sejauh ini memang tidak ada kelangkaan solar di Riau.

“Sejauh pemantauan kami tidak ada kok kelangkaan Solar. Konsumsi solar untuk Riau relatif normal,” ujar Rudi, Senin (12/3/2018).

Ia mengatakan saat ini yang perlu dijaga bersama adalah Disparitas harga antara Solar subsidi dan Solar non subsidi. “Ini yang perlu diwaspadai sehingga tidak ada penggunaan yang tidak pada tempatnya,” ungkap Rudi.

Dikatakannya lagi, sejauh ini pihaknya memang belum memonitor ke arah itu namun tetap dipantau sehingga kebutuhan riil masyarakat dapat tercukupi.

Disinggung mengenai apakah Pertamina melakukan pengurangan jatah Solar untuk Riau, Rudi dengan tegas membantahnya.

“Tak ada pengurangan solar untuk Riau. Semua masih tetap sama sesuai jatah yang telah disepakati. Jatah untuk Riau itu 1.900-an KL per hari,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, antrean panjang truk terjadi di sejumlah Stasiun Pengisian Bahanbakar Umum (SPBU) di Provinsi Riau. Antrean ini disebabkan langkanya Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar.

Kelangkaan solar ini menurut para sopir truk, telah terjadi dalam sepekan terakhir. Mereka mengaku sulit mendapatkan solar sehingga harus rela antri di SPBU yang masih memiliki stok solar.

“Sudah seminggu ini solar langka, sehingga kami harus berkeliling mencari solar ini disejumlah SPBU,” ungkap Ucok, salah seorang sopir truk yang dijumpai di SPBU jalan Air Hitam, Kota Pekanbaru.

Sementara itu, Ketua Organisasi Angkutan Darat (Organda) Pekanbaru, Saiful Alam, kepada CAKAPLAH.COM, Senin (5/3/2018) lalu mengatakan kelangkaan solar di Pekanbaru dinilai sebagai upaya Pemerintah agar masyarakat beralih ke Dexlite. Padahal untuk Dexlite sendiri ketersediaannya masih sangat kurang.

“Pemerintah berupaya menggiring masyarakat untuk beralih ke Dexlite, tapi harganya naik terus. Bahkan kenaikan tak pernah diberitahukan kepada kita. Terlebih ketersediaan Dexlite juga masih terbatas di Pekanbaru. Tidak semua di SPBU ada,” ujar Saiful Alam.

Dikatakan Saiful, sampai saat ini pihaknya memang belum mendapatkan informasi secara mendetail dari staf tentang adanya angkutan umum yang kesulitan mendapatkan solar.

“Namun ini akan menjadi perhatian kita,” ujar Saiful.

Saiful sangat menyayangkan kelangkaan solar yang terjadi di wilayah penghasil minyak terbesar di Riau.

“Saya harapkan Pemerintah pedulilah dan cepat atasi kelangkaan solar ini. Jangan sampai ini jadi masalah baru lagi. Apalagi ini berkaitan dengan kendaraan umum untuk mengangkut orang, agar segera jadi perhatian,” tutupnya.

redaksiR7

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *