Suksesi Gubri 2018, Incumbent Kurang Populer, DPP Golkar Tunda Umumkan Jagoannya

Masih rendahnya hasil survei calon incumbent yang juga Ketua DPD I Golkar Riau, Arsyadjuliandi Rachman menjadi penyebab kenapa DPP Partai Golkar sampai saat ini belum memutuskan jagoan yang akan diusung di Pilgubri, 2018 mendatang.

“Seperti yang sama-sama kita ketahui, hasil survei incumbent kurang memuaskan, makanya ini yang menjadi salah satu pertimbangan DPP sehingga belum memutuskan jagoan untuk Pilgubri,” kata Sudirman Almon, Wasekjend DPP Golkar, Senin (28/08/17).

Selain itu, banyaknya kader Partai Golkar yang maju juga menjadi salah satu pertimbangan DPP Golkar. Kader tersebut yakni, Arsyadjuliandi Rachman, Syamsuar, HM Harris, Yopi Arianto, Septina Primawati.

“Kalau di Sumut, Jawa Barat, memang DPP sudah putuskan jagoan. Di dua daerah itu, kader Golkar tidak banyak yang maju, hasil survei bakal calon yang diusung pun tinggi, maka sangat berbeda dengan Riau,” ungkapnya seperti dilansir di riauterkini.

Dikatakan, Partai Golkar pada prinsipnya ingin menang seperti yang dilakukan tahun, 2013 lalu. Partai Golkar pun berkemungkinan tidak akan berkoalisi dengan partai politik yang lain.

“Bagi yang surveinya masih rendah, maka bekerjalah dengan giat untuk menaikkan hasil surveinya. Bisa diterima masyarakat dengan baik,” tegasnya.

Seperti diketahui, DPP Partai Golkar sudah resmi merilis hasil survey yang dilakukan Lingkaran Survey Indonesia (LSI) untuk menentukan sosok calon Gubernur Riau yang akan dipilih pada 2018 mendatang.

Hasil Survey LSI

Berikut hasil survey yang dilakukan DPP Golkar melalui LSI, dengan pertanyaan seandainya 5 orang calon yang didukung akan maju sebagai calon Gubernur Riau 2018 mendatang, mana yang dipilih. Dari hasil survey tersebut, Bupati Pelalawan HM Haris mendapatkan 13,2 persen sebagai pilihan masyarakat.

Haris mengungguli anggota DPR RI asal Riau Lukman Edy dengan persentase 12,1 persen. Sementara calon incumbent yang juga Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman (Andi Rachman) diposisi ketiga dengan persentase 10,8 persen.

Kemudian mantan Bupati Rokan Hulu Achmad 10,6 persen. Bupati Siak Syamsuar 8,4 persen. Sedangkan yang belum memutuskan pilihannya sebesar 44,9 persen.

Dari lima nama tersebut, kembali dikerucutkan menjadi 4 orang. Yakni, HM Haris kembali diatas calon lainnya dengan nilai 14,5 persen. Kemudian M Lukman Edy 12,4 persen. Andi Rachman Rachman 11,4 persen. Syamsuar 11,3 persen. Sementara yang belum meenntukan pilihan 50,4 persen.

Dari 4 nama itu lalu dikerucutkan kembali menjadi 3 orang. Dimana pilihan masyarakat Riau tetap memilih 3 nama dengan menempatkan Bupati Pelalawan HM Haris paling atas dengan persentase 16,8 persen. Kemudian Andi Rachman naik ke posisi kedua dengan 12,9 persen, serta ketiga Bupati Siak Syamsuar 12,5 persen. Ada pun yang belum menentukan pilihan 57 persen.

“Dari hasil survey belum ada yang dominan. Tapi juga menjadi catatan Gubernur Riau sebagai calon incumbent mestinya jika dilihat dari kesempatan dan kekuasaan ada paling atas. Namun semuanya masih ada waktu. Kita tak menyebut ini sudah final,” tutup Sudirman.

redaksiR7

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *