Telkomsel Bakal Andalkan Penghasilan dari Bisnis Baru

Analis menilai kinerja Telkom dan Telkomsel masih prospektif walaupun harga saham Telkom berfluktuasi di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Analis saham PT MNC Securities Victoria Venny menilai secara fundamental kinerja keuangan PT Telkom hingga akhir tahun 2017 masih sesuai dengan prediksi yang dibuat oleh MNC Securities.

Pertumbuhan pendapatan dan bottom line masih positif yang didukung dari bisnis selular melalui Telkomsel.

Menurut dia, meskipun ada pergeseran bisnis dari voice dan sms ke layanan data, namun kami melihat kinerja keuangan Telkom dan Telkomsel masih sangat prospektif.

Ini dibuktikan dengan terus meningkatnya revenue dari layanan data Telkomsel dari tahun ke tahun. Ditambah lagi setiap tahun dividend payout ratio yang dibagikan Telkom terbilang besar yaitu lebih dari 60 persen dari laba bersih.

“Sehingga MNC Securities masih merekomendasikan buy untuk saham Telkom,”papar Venny dalam keterangan persnya, Kamis (28/3/2018).

Dari infomemo yang diterbitkan oleh Telkom, pertumbuhan revenues, EBITDA dan net income Telkomsel di tahun 2017 yang lalu sangat istimewa yaitu tumbuh masing-masing 7,5 persen, 7,7 persen and 7,8 persen YoY.

Dari pencapaian di tahun 2017 tersebut, Venny optimis di tahun 2018 ini kinerja keuangan Telkom dan Telkomsel masih akan meningkat.

Kinerja Telkomsel

Kinerja yang menjanjikan tersebut diperkirakan akan disumbang dari pertumbuhan pendapatan dari bisnis selular khususnya mobile internet Telkomsel. Melihat prospek tersebut MNC Securities optimis pertumbuhan top line dan bottom line Telkomsel masih dapat terjadi di double digit.

Terlebih lagi sebagai anak usaha dari PT Telkom, membuat Telkomsel memiliki memiliki kemampuan untuk menggembangkan jaringan baik itu back bone maupun last mile hingga pelosok negeri.

Ini dibuktikan pada tahun 2017 yang lalu Telkomsel berhasil membangun tambahan 31,672 BTS baik itu 3G maupun 4G di seluruh wilayah Indonesia. Dari jumlah tersebut 70 persen merupakan BTS berteknologi 3G dan 4G.

Dengan penambahan jumlah BTS yang sangat pesat tersebut Venny optimis, Telkomsel dapat mempertahankan jumlah pelanggannya dan melayani lebih banyak lagi konsumen yang selama ini belum menikmati layanan telekomunikasi.

Dengan bertambahnya jumlah pelanggan dan mumpuninya layanan yang diberika, dipastikan mampu mendongkrak pendapatan layanan data dari Telkomsel.

Berdasarkan infomemo yang diterbitkan Telkom disebutkan bahwa jumlah pelanggan Telkomsel tahun 2017 sudah mencapai 196,3 juta. Jika dibandingkan dengan pelanggan di tahun 2016 yang lalu, jumlah tersebut meningkat 12,9 persen.

Bisnis Baru

Langkah Telkom dan Telkomsel yang terus menggembangkan bisnis di luar voice, sms dan data seperti gencar menggembangkan bisnis Digital Lifestyle, Mobile Financial Services, Digital Banking dan layanan Digital Advertising, dinilai analis saham telekomunikasi ini cukup tepat.

Dengan akusisi dan penggembangan usaha ke bisnis fintech dan IOT, membuat potensi pendapatan Telkomsel tidak tergantung lagi dari voice, sms dan data. Justru penggembangan new business dilihat Venny sebagai potensi pendapatan Telkom dan Telkomsel di masa mendatang.

Penggembangan usaha di luar bisnis intinya, dipastikan akan meningkatkan pertumbuhan trafik data Telkomsel. Selama dua tahun terakhir pertumbuhan pendapatan Telkomsel dari layanan data selalu double digit.

Dengan meningkatnya trafik yang berasal dari usaha baru seperti fintech dan layanan OTT, memberikan optimism analis saham MNC Securities akan revenue Telkomsel yang terjaga di double digit.

“Revenue layanan data Telkomsel selalu tumbuh double digit dan jumlahnya dari tahun ke tahun terus meningkat. Perubahan teknologi dan kapasitas jaringan yang besar sangat menguntungkan Telkomsel dalam memperbesar revenue di layanan data. Tahun ini saya yakin pertumbuhan revenue data Telkomsel bisa double digit lagi,”ujar Venny.

redaksiR7

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *