Telkomsel Luncurkan Teknologi Pendeteksi Ikan untuk Kapal Nelayan

PT Telkomsel bekerjasama dengan PT Sisfo Indonesia meluncurkan teknologi berupa vessel monitoring solution (VMS) dengan teknologi hibrid untuk para nelayan. Teknologi itu mampu mengidentifikasi keberadaan ikan di laut dan sebagai panic button atau distress solution jika posisi kapal dalam keaadaan darurat.

VP Sales dan Marketing Area Jawa Bali PT Telkomsel Selular, Ericson Sibagariang mengatakan, peluncuran teknologi itu sebagai upaya untuk mendigitalisasi sektor kapal perikanan.

Ini menjadi awal kita untuk mengimplementasikan dan kita terbuka untuk mengembangkan layanan ini supaya lebih efektif,” katanya di Pantai Sendang Biru, Kabupaten Malang bagian selatan.

Dia mengatakan, dengan adanya teknologi itu, nelayan bisa terbantu dalam banyak hal. Salah satunya adalah menentukan lokasi untuk menangkap ikan.

Para nelayan tidak lagi harus mencari keberadaan ikan. Sebab melalui teknologi itu, keberadaan ikan sudah diketahui. Sehingga kapal nelayan tinggal menuju ke lokasi keberadaan ikan dan melakukan penangkapan.

“Mencari ikan ternyata sudah ada petunjuk digitalnya. Mudah – mudahan sekali lagi layanan ini bermanfaat bagi semuanya,” katanya.

Direktur Utama PT Sisfo Indonesia, Nirwan Harahap mengatakan teknologi itu memiliki berbagai fitur untuk membantu kerja nelayan di tengah laut. Selain untuk mendeteksi keberadaan ikan dan panic button, teknologi itu juga menyediakan layanan komunikasi antar kapal.

Selain itu, juga ada fitur tracking untuk memonitor posisi dan pergerakan kapal, fiturlog book yang memungkinkan nelayan bisa melaporkan posisi kapal dan hasil tangkapan dan weather information untuk memberikan informasi perkiraan cuaca.

Potensi laut ini sangat luar biasa. Sudah kodratnya jadi bangsa bahari. Kita harus benar – benar mengupayakan supaya seluruh ekosistem yang ada di laut, kita juara,” jelasnya.

Ketua Paguyuban Nelayan Rukun Jaya, Umar Hasan menyampaikan, teknologi itu mampu membantu aktivitas nelayan di tengah laut.

“Berguna untuk nelayan laut. Disini kan fenomena alamnya kan gelombang tinggi. Kalau terjadi sesuatu di laut cepat dievakuasi,” katanya.

redaksiR7

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *