Terkait Korupsi RAPBN-P tahun anggaran 2018, Walikota Dumai Dipanggil KPK sebagai Saksi

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melanjutkan pemeriksaan sejumlah pejabat daerah terkait penyidikan dugaan suap usulan dana perimbangan keuangan daerah RAPBN-P tahun anggaran 2018.

Kasus yang diungkap dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) tersebut menyeret tersangka, pejabat Kementerian Keuangan, YP, dan anggota Komisi XI DPR, Amin Santono.

KPK memintai keterangan sejumlah pejabat daerah terkait penyidikan kasus ini. Di antara mereka ada yang dari Riau. Sebelumnya mantan Kepala Bappeda Kampar, Az, dan seorang mantan ajudan Bupati Kampar, A.

Rabu (25/7/2018) KPK kembali memanggil pejabat di Riau. Giliran Walikota Dumai yang dipanggil, sayangnya sang bupati tidak hadir.

“Benar, yang bersangkutan tidak hadir,” kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah kepada Tribun, Kamis (26/7/2018) melalui pesan singkat WhatsApp.

Terkait ketidakhadiran itu, ia menegaskan jika pihaknya akan kembali memanggil walikota dengan statusnya sebagai saksi dalam penyidikan ini.

“Kita jadwalkan ulang, nanti waktunya disesuaikan dengan jadwal penyidikan,” tegasnya.

KPK tidak merinci berapa jumlah pejabat di Riau yang akan dimintai keterangan dalam penyidikan kasus ini. Sementara, OTT yang dilakukan KPK terjadi pada medio mei silam.

redaksiR7

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *