Tidak Masuk Akal, Anggaran Mobnas Bupati Meranti Rp1,95 Miliar

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Meranti mengalokasikan anggaran hampir dua miliaran untuk pembelian mobil dinas baru untuk Bupati Kepulauan Meranti.
 
Seperti diketahui penganggaran untuk pembelian mobil dinas bupati seharga milliaran rupiah itu diusulkan ketika kondisi keuangan daerah belum stabil. 
 
Sebelumnya Bupati sudah menggunakan mobil sedan Toyota Camry yang dinilai masih layak digunakan untuk perjalanan dinas dalam kota di Kecamatan Tebingtinggi. Karena kondisi geografis Kepulauan Meranti yang berpulau maka kecamatan yang lain belum bisa dilalui tersebut.
 
Anggaran pembelian mobil dinas untuk Bupati itu sudah masuk dalam APBD tahun 2018 dan juga sudah dimasukkan ke dalam sistem lelang dengan nama Belanja Modal Pengadaan Alat Angkutan Darat Bermotor Micro Bus Mobil Dinas Jabatan Bupati seharga Rp 1.950.000.000,00 yang dimenangkan oleh PT Sedayu Citra mobil Pekanbaru.
 
Sekretaris Daerah Kabupaten Kepulauan Meranti, Yulian Norwis ketika dimintai tanggapan terkait rencana pembelian mobil dinas itu, malah meminta wartawan tidak mempermasalahkannya. Namun tidak dijelaskan mengapa pengadaan mobil dinas yang mahal, yang menimbulkan pro-kontra itu, tidak boleh diributkan.
 
“Maaf kalau bisa nggak usah jadikan masalah,” kata Sekda, Minggu (6/5/2018).
 
Membeli kendaraan dinas pada tahun 2018 bukan tanpa alasan. Menurut Sekda, mobil dinas sangat diperlukan dalam menunjang kinerjanya sebagai bupati.
 
“Pengadaan mobil dinas Pak Bupati periode kedua sudah 2 tahun tertunda. Kendaraan bupati dan wakil bupati periode pertama sudah dilelang, jadi ini pengadaan mobil untuk masa jabatan 2016- 2021,” ungkap Sekda.
 
Sementara itu ketika dimintai tanggapan dari sejumlah anggota DPRD Kepulauan Meranti, banyak dari politisi tersebut mengaku tidak mengetahui dan enggan berkomentar serta melemparkannya ke satu sama lain.
 
“Saya tidak mengetahui kalau ada rencana pembelian mobil itu, setahu saya mobil yang dipakai sekarang itu belum lama,” kata Wakil ketua DPRD, Taufiqurrahman, Senin (7/5/2018).
 
Sementara itu ketua DPRD Kepulauan Meranti memilih tidak berkomentar dan hanya menjawab untuk pengadaan mobil dinas tersebut tidak tepat untuk dilakukan sekarang mengingat kondisi perekonomian yang belum stabil.
 
“Belum bisa berkomentar nampaknya, namun untuk pengadaan mobil dinas untuk saat ini saya pikir belum tepat lah mengingat kondisi ekonomi,” kata Ketua DPRD Kepulauan Meranti, Fauzi Hasan.
 
Terkait pembelian mobil dinas baru ini juga mendapat sorotan dari salah seorang masyarakat yang juga pejuang pembentukan kabupaten ini.
 
Dia menilai, pengadaan mobil dinas baru adalah kebijakan mubazir dan tidak perlu dilakukan di tengah morat – marit nya kondisi ekonomi.
 
Ia meminta uang sebanyak itu lebih baik digunakan untuk membiayai program yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat.
 
“Sebaiknya dibatalkan saja kalau tidak  penting. Sebaiknya kita menahan diri untuk bermewah mewah, jangan melukai hati masyarakat dengan membeli mobil mewah yang tidak ada urgensinya di tengah kondisi ekonomi yang sulit,” kata Ramlan.
redaksiR7

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *